"Kenapa Mama lama banget? Mama ngapain sama om Ian?" tanya King begitu Wina dan Ian duduk. "Ehm, kami cuma ngobrol bentar," jawab Wina. Ia melirik Ian yang hanya tersenyum. "Es krim kamu udah datang?" "Belum. Aku makan cake." King menyendok krim di kuenya. Ia lalu menyodorkan itu pada Wina. "Ini enak, Mama pasti suka." Wina tersenyum. Ia membiarkan King menyuapinya lalu mengangguk sembari menutup bibir dengan ujung jari. "Ini emang enak. Kira-kira siapa yang masak ini, ya?" Meli menarik kerah bajunya. "Tentu aja aku." Wina mendesis pelan karena menahan tawanya. "Aku nggak nyangka kamu bisa masak kue, Mel. Dulu, bukannya kamu bercita-cita mau jadi jaksa atau ketua yayasan?" Meli membuang napas panjang. Ia bisa melihat Ian berusaha keras untuk tidak tertawa, jadi ia mengerutkan wajahny