Dring dring dring! “Maura, kamu di mana? Ini dosennya udah dateng.” Deg. Maura sendiri masih berada di dalam bus, berdiri sempit-sempitan bersama para penumpang lainnya. Pagi menjadi perjalanan yang panjang karena jam sibuk. “Aku masih di bus ini. Sepuluh menitan lagi.” “Ini juga udah diabsenin. Kamu mau titip absen enggak?” Sisilia menawarkan diri agar temannya itu masih bisa lolos. “Enggak usah, jangan. Aku usahain cepat.” Menilik jam yang terpampang di layar serta merta menambah helaan napas kasar dari mulut Maura. Gadis itu merasa panik sekarang. “Pemberhentian berikutnya, Halte Grogol. Periksa kembali barang bawaan Anda, dan hati-hati melangkah.” Suara operator bus otomatis sudah terdengar. Maura mempererat pelukannya pada ransel yang digendong ke depan. Melompat keluar dan

