Bab 34

1200 Kata

"Pak ... ini selimut dan bantal tambahannya," ucap Maura canggung, memecah keheningan ruang tengah yang remang-remang. Ia berdiri dengan jarak aman, menyerahkan selembar selimut tebal dan bantal cadangan yang baru saja ia ambil dari lemari lorong. Ada rasa tidak tega yang menyelinap saat melihat pria paruh baya itu—yang berstatus sebagai asisten tepercaya sekaligus sahabat Samudra—harus meringkuk di atas sofa dengan tubuh jangkungnya yang tampak tidak nyaman akibat pengaruh alkohol. Tomy mendongak, lalu mengulas senyum tipis yang ramah. Ia menerima perlengkapan tidur tersebut sembari mengedipkan sebelah matanya jenaka. “Thanks a lot, Maura. Kamu lagi tidur aja ke kamar, ini udah lewat tengah malam.” Maura hanya mengangguk kaku, lalu bergegas membalikkan tubuh untuk masuk kembali ke dal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN