Tomy berdecak sebal, menggeleng-gelengkan kepalanya heran. "Baru kali ini gue nemu ada orang yang sudah ditolongin semalam, bukannya bilang terima kasih, subuh-subuh malah menyindir," gerutu Tomy, lalu tanpa permisi meraih kotak rokok Samudra yang tergeletak di atas meja kaca balkon. Tomy menyulut batangan tembakau itu, ikut menyesapnya dalam-dalam di samping Samudra. Keduanya berdiri berdampingan dalam diam, menikmati sisa udara subuh yang berembus dingin, mencoba mengusir sisa-sisa alkohol yang masih tertinggal di dalam kepala mereka masing-masing sebelum topeng formalitas kembali mereka kenakan beberapa jam lagi. Nyanyian nyaring dari alarm ponsel di atas nakas memaksa Maura untuk menarik kesadarannya dari alam mimpi. Hal pertama yang ia rasakan ketika membuka mata adalah rasa lapar

