Thomas menelan ludah dan menatap Peter dengan tatapan ragu dan masih belum mempercayai apa yang dia katakan. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Thomas kini bisa merangkai alasan kenapa Vivian meninggalkan dirinya begitu saja kala itu. Keputusan Vivian yang sedang hamil dan pergi dari sisinya mungkin bisa dibenarkan. Jika Vivian berterus terang kepadanya saat itu, ketika dirinya masih miskin dan seorang pengangguran tanpa masa depan yang cerah, Thomas mungkin akan menyarankan Vivian untuk menggugurkan kandungannya saja. “Ceritamu itu, jujur aku meragukannya. Vivian adalah seorang wanita yang cantik, setelah pergi meninggalkan aku, tidak menutup kemungkinan jika dia menjalin hubungan dengan pria lainnya. Dan siapa tahu pria itu adalah ayahmu yang sebenarnya, bukan aku!” Thomas masih menolak