Perlahan Sahara melangkah masuk ke dalam apartemen begitu mendengar sang anak terus berteriak sambil mengeluarkan kata, "Ayah! Ayah! Ayah!" dari dalam mulutnya. Ketika Sahara melangkah masuk jantungnya berdebar dengan kencang, ketika melihat sosok yang sudah lama tidak ditemui dan sosok yang sudah dia nanti kedatangannya sejak lama. Javier, pria itu kini seolah menjadi sosok yang berbeda. Bertransformasi menjadi pria dengan jas dan juga rambut yang ditata dengan rapi, badannya manjulang tinggi dengan bahu yang lebar dan juga tangan yang kekar, rahangnya tercetak dengan jelas. Pria itu menjadi lebih dewasa dalam hal penampilan. Namun Sahara tidak melihatnya dengan jelas karena pelupuk matanya sudah dipenuhi dengan air mata yang Sebentar lagi mungkin akan jatuh. Javier melihat itu, dia me

