Sahara membawa Javier ke kamar pria itu untuk dia rawat. Membersihkan luka yang ada di wajahnya sambil menahan tangisan melihat wajah Javier benar-benar hancur karenanya. Apalagi disaat Javier menggenggam tangan Sahara sehingga gerakannya terhentikan. Mereka bertatapan. "Jangan lakukan ini, kak," ucap Javier sambil menggelengkan kepalanya karena dia tidak bisa meninggalkan seseorang ataupun calon bayi mereka. Sekuat tenaga Sahara menahan tangisannya. "Kalau kamu nggak mau berikut sama Ayah kamu ke Amerika, kamu berani laporin ke polisi atas apa yang udah Ayah kamu lakukan sama kamu? Ya udah nyakitin kamu." Javier kembali menggelengkan kepalanya. "Jangan lakukan itu Kak, dia hanya Pria tua yang merasa di jalan yang benar." "Maka dari itu kamu harus pergi. Hanya Ayah kamu yang kamu punya

