"Kakak gimana perasaannya?" Seketika Sahara menoleh dan mendapati Javier yang tengah duduk di sampingnya sambil menggenggam tangannya. Hell, apa apaan? Membuatnya langsung menarik tangan dari bocah yang baru berusia 17 tahun itu. "Ngapain sih lu pegang pegang tangan gue, bocah?" "Jangan marah, Kak," ucap Javier. "Kakak kan tadi pingsan, jadi aku bawa ke sini." Sahara mendudukan dirinya masih sambil menatap heran pada Javier. "Jam berapa sih?" Tanya Sahara. Javier selalu menjawab dengan ragu, dia terlihat sangat takut. "Baru juga jam setengah sembilan. Kakak masih mual?" "Udah engggak. Kenapa sih lu megang megang tangan gue mulu," ucap Sahara risih. "Kak……," ucap Javier dengan ragu ragu. "Kakak hamil." Seketika Sahara diam, dia menatap heran pada sosok itu sebelum akhinya menampar Ja

