Tayra melangkah lebar memasuki ruang rawat Vanya. Sesampainya di dalam kamar Vanya, sebuah tamparan Tayra layangkan ke wajah Estvan. Vanya yang ada di sana terperanjat kaget. Ia tak menyangka Tayra akan berikan sepupu Abi itu tamparan. "b******k kamu!" maki Tayra. Estvan tak melawan. Ia diam saja seolah ia menerima tuduhan Tayra. "Mau kamu apa sih Est? Belum puas kamu nyakitin Vanya?" tanya Tayra dengan napas menggebu-gebu. Estvan membuang napas tenang. Ia bisa saja menyakiti Tayra saat ini. Tapi Estvan tidak melakukan itu karena tidak ada gunanya. "Aku mau anak aku," ucap Estvan tenang. Tayra dan Vanya sama-sama melotot. "Gila kamu?" "Aku nggak gila. Aku mau anak aku sama Ibunya." Kening Tayra mengerut. "Apa maksud kamu?" "Aku mau Vanya nikah sama aku." Vanya melotot

