"Alasannya apa sampai lo harus nikah sama dia?" Karin mendesak. Sahabat-sahabatnya berkumpul setelah mendengar berita pernikahan Vanya dan Estvan. Siapa yang tidak akan senewen jika tiba-tiba mendapat berita seperti itu? "Nya.." panggil Minda. Sebenarnya Minda sudah mencium ada yang aneh dari sahabatnya itu. Vanya yang biasanya suka nyeletuk, polos dan lemot itu menjadi jauh lebih pendiam. Ia bahkan kerap kali Minda dapati tengah melamun. "Udah Vanya pasti ada alasan kenapa dia mau nikah sama Estvan. Lagian Estvan itu kalau dipikir-pikir sebenarnya baik kok. Nggak jahat-jahat banget," ujar Jun. Karin dan Minda langsung menatap Jun tajam. Jun langsung mengangkat tangannya. "Ya soalnya gue pernah beberapa kali berurusan bisnis sama dia nggak ada masalah. Baik-baik saja," Jun beralasan.

