Saat Zian kembali dari Mushola, bertepatan dengan pintu ruang operasi terbuka dan seorang bayi dibawa menggunakan inkubator, kemudian disusul inkubator lainnya. Air mata Zian jatuh dari pelupuk matanya. Semua orang langsung mengejar. Semua tampak terharu dan bahagia melihat bayi mungil itu. Tangis bayi kecil itu terdengar dan Zian tak bisa jelaskan bagaimana perasaannya saat ini. "Selamat ya, Pak. Bayinya kembar sepasang," ucap suster. Zian menatap putra dan putrinya itu. Ia kemudian mengazani kedua anaknya itu. Bayi itu kemudian dibawa ke ruang khusus bayi. Tapi kebahagiaan itu masih menggantung karena Resha masih berada di dalam ruang operasi dan belum ada kabar apapun tentang dirinya. Zian duduk dengan tenang dan nyaris tak bersuara. Rasanya waktu berjalan sangat lambat.

