Vanya mengedar pandangannya ke sekeliling. Pesta yang Estvan sebutkan ternyata sebuah party di pinggir pantai. Awalnya Vanya mengira mereka akan menghadiri pesta formal. Tapi ternyata pestanya adalah acara anak muda. Tak ada satu orangpun yang Vanya kenali di sini. Semuanya orang asing. Vanya pandangi tangannya yang kini melingkar di lengan Estvan. Sejak tiba di Bali, tidak, bahkan sejak sebelum berangkat, Vanya sudah dilanda keraguan yang besar. Ia ragu apa harus pergi. Tak bisa dipungkiri bahwa kata-kata Tayra benar-benar memberikan pengaruh yang besar. Meski akhirnya kini Vanya di sini, tapi pikirannya melayang ke mana-mana. "Est.." seseorang memanggil. Estvan langsung menghampiri temannya itu. Mereka bercengkrama entah membahas apa. Vanya tak begitu tertarik untuk mendengarkan. Hingg

