"Siapa, Ndut?" Zoya melirik Matthias lalu menunjukkan ponsel miliknya. Hanya membaca nama Ayahnya saja Zoya sudah sangat ketakutan, ditambah ia selalu gugup jika sedang menyembunyikan sesuatu. Ayahnya itu pasti akan tahu. "Angkat saja," titah Matthias. "Ayah pasti ingin tahu situasi di sini, Kak. Sekarang New Zealand sedang musim gugur, akan aneh kalau aku mengirimkan foto bersalju," sahut Zoya. "Cukup katakan kau baik-baik saja. Ayahmu mungkin hanya ingin tahu kabarmu." Zoya mengerutkan dahi, benar juga. Bisa saja Ayahnya memang hanya ingin tahu bagaimana kabarnya karena sudah 2 hari ia tidak menghubungi pria itu. "Tidak apa-apa aku angkat?" Wajahnya terlihat begitu ragu. "Ya." Zoya memberanikan diri mengangkat telepon Ayahnya. Menunggu apa yang cinta pertamanya itu ingin ka