Bab 51. Siapa Sebenarnya Dia?

1470 Kata

Amsterdam, Belanda. Kabut putih masih menyelimuti kota meski waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Di sana, di atas ranjang terlihat dua anak manusia yang masih bergulung selimut tebal dengan saling berpelukan hangat. Zoya membuka matanya dengan enggan, melirik ke arah luar dimana salju kembali turun. Ia melirik ke arah perutnya, melihat tangan kekar Matthias yang melingkarinya dengan sangat posesif. Ia mendesah lirih, memutar tubuh agar telentang demi mengurangi pegal pada pinggang setelah aktivitas semalam. Pandangan Zoya tertuju pada wajah tampan Matthias yang masih terlelap. Diusap lembut alis tebal pria itu, hidung lalu terakhir bibirnya. Ia tersenyum manis, mendekat lalu mencium pipinya. "Matty-ku," bisik Zoya lembut. Seulas senyum itu terbit pada bibir Matthias sebelum akh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN