Darren betul-betul ditantang malam itu. Langit malam yang sudah tidak tampak sebab tertutup tirai, tak akan bisa melihat lagi aksi intim yang sudah Audi mulai. Istrinya kini terlihat santai dengan ekspresi yang benar-benar ingin mengajaknya berperang. Sebuah ajang 'tembak menembak' mungkin saja akan terjadi sebentar lagi sebab sesuatu yang mendorong di bawah tubuh Darren bersikeras sudah ingin beraksi. "Kau tahu apa akibat ucapanmu barusan?" tanya Darren masih mengungkung tubuh Audi, tetapi belum memulai. "Ehm, tentu saja aku tahu. Akan ada seorang lelaki yang akan kepayahan malam ini karena berani melawan istrinya." "Haha, apakah aku tidak salah mendengar? Justru lelaki itu yang akan menang, bahkan sebelum babak selanjutnya dimulai." "Benarkah? Tapi, aku pikir sang wanita tak akan