Sesuai ucapannya. Lio kembali menjemput Shilla setelah tiga hari. Kemarin, ia mendengar kabar bahwa ayah dari kekasihnya itu, sudah sadarkan diri. Meski kini kondisinya masih belum pulih. Setidaknya, Yadi sudah dipindah ke ruang rawat inap. Dari jauh, Amel bisa melihat Lio yang tengah berdiri di depan pintu kamar rawat Yadi. Ia terlihat seperti sedang mencari sesuatu entah apa. Wajahnya ia tolehkan ke kanan dan ke kiri. "Lio? Kok, engga masuk?" tanya Amel, saat jaraknya dan Lio sudah dekat. Lio sedikit terperanjat, kala mendengar suara Amel yang tiba-tiba. "Eh, Ibu ." Gegas, lelaki itu meraih tangan Amel dan menciumnya takzim. "Kenapa ga langsung masuk, aja?" tanya Amel ulang. "Ga enak, Bu. Kayanya ga sopan, kalau masuk tanpa ijin." Amel tersenyum, mendengar pengakuan lelaki di hada