“Jadi, pesta pernikahan seperti apa yang kamu inginkan, sayang?” Bisik Byan merangkul Kasih dan menarik wanita itu untuk semakin merapat padanya. Kasih menyandarkan kepalanya dengan nyaman di d**a Byan. Menatap pada Tian dan Tiara yang sedang sibuk menyusun lego mereka. Televisi di depannya menyala sedang menyuguhkan acara komedi. Mereka masih tinggal di rumah Kasih. “Aku tidak tau. Bagaimana jika tanya anak-anak saja?” “Apakah kamu keberatan jika aku meminta kamu berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya? Aku ingin menebus waktu kamu yang berharga dengan mereka. Aku ingin menebus segala lelah kamu yang bekerja untuk mereka. Aku ingin meratukan kamu, sayang. Kamu cukup menikmati kekayaanku saja mulai saat ini.” Bisik Byan sambil mengecup puncak kepala Kasih. Kasih yan