Malam hari setelah makan malam, Diana sedang fokus memperhatikan majalah fashion dan cat tembok. Diana sedang mencari inspirasi warna untuk lipstik barunya. Saat sedang fokus mencari warna, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Nama David muncul di layar. Diana mengambil nafas dalam-dalam untuk meredam amarah dan kecewa yang tadi pagi dirasakannya. Dengan berat hati, Diana menggeser tombol hijau hingga tampaklah wajah orang yang sudah menyakitinya. “Halo.” “Halo, Babe. Sudah tidur?” tanya David. David tampak berantakan. Rambutnya kusut tidak karuan. Matanya sayu dengan lingkar hitam di bawahnya. “Belum,” jawab Diana. Secuil hatinya merasa kasihan pada David. Tapi rasa kecewa lebih mendominasi. “Kau tampak cantik. Bagiku, kau selalu cantik. Aku mencintaimu. Tolong jangan pernah pergi apa