"Kamu baik-baik saja?" Yang saat ini sedang minum pun, Larissa, dia tersentak hingga nyaris tersedak. Rupanya Larissa melamun panjang dalam diam meminum air mineral di pukul sebelas malam. Ya Tuhan .... Larissa tidak bisa tidur. Dia menoleh dan mendapati Rion di sebelah kanannya. "Hei?" Rion lambaikan tangan di hadapan wajah adiknya. Ah, iya ... adik, ya? Rion tersenyum. Larissa mengerjap. "Maaf." Lalu dia letakkan gelas di meja. "Kenapa? Terjadi sesuatu?" Rion ambil gelas dan mengisinya dengan air persis seperti apa yang Larissa lakukan sebelumnya. "Kamu terlihat tidak nyaman, apa itu karena tinggal di sini?" "Kak ...." "Iya, ada apa? Bilang padaku." Rion tampak begitu perhatian. Namun, percayalah, sejak awal kenal Larissa, Rion memang begini. "Besok sibuk tidak, Kak?" "Aku?" R