Laura memoles lipstik merah di bibirnya, memadukan warna merah terang seperti dress seksi yang dikenakan. Ia tersenyum puas, mengagumi kecantikan dirinya yang sempurna, memandangi tubuh idealnya yang dibalut dress berbelahan d**a rendah, sepanjang paha mulusnya. Siang ini, Laura ada janji bertemu dengan Rafael, alasan kenapa ia dandan totalitas. Laura ingin membalas rasa sakit atas pembatalan sepihak pertunangannya dengan Rafael, yang menyebabkan dirinya kena amukan sang papa. Bahkan gara-gara itu, Laura kehilangan sebagian fasilitas yang dimilikinya dan didepak dari beberapa project yang sedang ditangani. Kini Laura jadi pengangguran, hanya bisa mengandalkan tabungannya dan beruntung ia memiliki apartemen pribadi di luar sepengetahuan sang papa. Dulu Laura selalu berpikir akan kabur dari

