Jangan ceraikan aku

2170 Kata

Jarum jam terus berputar, langit-langit senja berubah warna jadi gelap. Petang pun berganti malam, lampu-lampu mulai menerangi kota. Di sebuah klub, kamar VVIP lantai tiga, Rehan duduk termenung menghadap kaca besar yang menunjukkan keindahan kota metropolitan dengan jalanannya yang super sibuk, ketika jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam. Tatapan Rehan tak lepas dari ponsel di tangannya, di mana pada layar ponselnya terpampang foto cantik seorang wanita yang sangat dicintainya sampai detik ini. Ya, foto Rania, istrinya, ketika memakai gaun pengantin, di hari paling bersejarah, di saat ia dan Rania diikat dalam janji suci pernikahan. Sementara di meja dekat kursi yang Rehan duduki saat ini, terdapat map berisikan surat gugatan cerai. Ironis memang, Rehan yang tak bisa memungkiri bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN