Rehan menjatuhkan Rania di atas ranjang empuk berukuran king, lalu merangkak naik ke atasnya. Sorot matanya yang tegas, berhasil melumpuhkan seluruh saraf-saraf kewarasan Rania. Tak ada penolakan saat tangan Rehan perlahan melucuti satu per satu kancing kemeja lengan pendek yang ia kenakan, lalu melempar asal ke sembarang tempat. Rania hanya diam, membiarkan jemari kokoh Rehan bekerja atas tubuhnya. Ia menahan napas, spontan membusungkan d**a saat sentuhan sensual jemari Rehan menelusup di balik tank top putih yang ia kenakan. Matanya terpejam sesaat, lalu terbuka kembali saat Rehan menghentikan gerakan tangannya. Mata mereka saling beradu, menatap lekat, menyelami pandangan satu sama lain. "Boleh?" Suara serak Rehan saat meminta izin, sukses menimbulkan gelenyar aneh dalam benak Rania.

