Laura Anastasya, tersenyum cerah saat pandangannya tertuju pada sesosok lelaki gagah dengan setelan jas hitam, berdiri di tengah ruangan, membaur bersama beberapa orang berpakaian formal sepertinya. Laura tak memungkiri jika pesona lelaki itu berhasil membuat jantungnya berdegup kencang. Siapa kira, laki-laki yang dulu pernah ia remehkan, pernah ia campakkan perasaannya dan juga pernah ia buang begitu saja. Kini tampak mempesona, lebih tampan dari bayangannya, lebih menggairahkan, dan sialnya begitu memikatnya. Tentu Laura tak bisa mengabaikan eksistensi laki-laki itu. Rehan Dirgantara. Pantas kalau Laura sekarang gagal move on, atau malah jatuh cinta untuk pertama kali pada mantan yang pernah ia campakkan. Tak peduli jika sang mantan sudah tidak sudi dengannya, bahkan hanya melihat saja

