Kenapa harus kamu?

2063 Kata

"PEMBUNUH!" Bagai tersambar petir di siang bolong. Rehan terkejut bukan main, mendapati teriakan istrinya yang menuduh dirinya sebagai pembunuh. Sekeras apa pun Rehan mencoba memahami situasi yang terjadi saat ini, tetap saja ia tidak bisa memahami alasan Rania melayangkan tudingan keji itu kepadanya. Beberapa tahun silam, ketika kecelakaan maut itu hampir merenggut nyawa Rehan. Itu adalah momen paling kelam sepanjang hidupnya, momen yang tak ia ingat sepenuhnya dan juga tak ingin ia ingat-ingat lagi. Namun hari ini, Rania membawanya kembali pada memori masa itu. "Kenapa? Kenapa harus kamu? Kenapa harus kamu, orangnya? Kenapa?" Rania histeris, mencengkram kerah kemeja Rehan dan mengguncangnya. Ia gagal mengendalikan emosinya, tangisannya kian memilukan. "Apa salah orangtuaku? Kenapa kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN