Rania berkedip saat mobil Rehan berhenti di pelataran rumah mewah, rumah yang nampak asing dan belum pernah ia kunjungi. Dalam benaknya Rania bertanya-tanya, rumah siapa ini? Atau jangan-jangan ini rumah Laura? Sungguh? Rehan membawanya ke rumah Laura? Apa dia sinting? Rania tak habis pikir jika segala dugaan yang berseliweran di dalam kepalanya benar. Bisa-bisanya Rehan membawanya menemui Laura, di saat semua akar masalah yang terjadi antara mereka bermula dari wanita itu. Untuk pembuktian? Oke, jika memang Rehan mengajaknya ke rumah Laura untuk pembuktian atas jawabannya tadi, rasanya akan sia-sia jika ia minta Laura meyakinkannya. Karena Rania tak akan percaya apa pun yang keluar dari mulut Laura, ia tak mau mendengarkan apa pun itu, sekalipun semua itu kebenarannya. Lagipula kalaupun

