Rania mengembuskan napas kasar untuk kesekian kali. Raut wajah gelisahnya begitu kentara, ditambah kernyitan dahi yang menunjukkan ia sedang cemas. Sementara sorot matanya masih terfokus pada layar ponsel, mengamati pesan email yang sudah berkali-kali ia kirim tanpa satu pun mendapatkan jawaban. Sebenarnya tak hanya email, Rania juga mengirim pesan w******p yang ceklis satu, menandakan nomor w******p yang dituju tak aktif dan telepon biasa yang selalu berakhir dengan sambungan operator. Rania tak pernah sekalud ini, tapi tak mendapati kabar Kayna membuatnya cemas sampai frustrasi. Terutama setelah mengetahui fakta besar tentang Kenzo, di mana laki-laki itu sekarang juga bersama Kayna. Tentu hal itu menambah beban pikiran Rania, membuatnya kian khawatir akan keadaan sahabatnya. "Masih belu

