Apakah ini benar-benar nyata? Rehan masih belum percaya, bahwa wanita cantik di depannya benar-benar Rania, istri tercintanya yang sempat memilih pergi darinya. Rasanya sangat mustahil, karena Rania yang sempat membencinya setengah mati, kini kembali menatapnya penuh cinta dengan senyum manisnya yang menawan. Rehan merasa kalau ini semua mimpi. Tapi setelah aktivitas panas di pagi hari ini, mana mungkin Rehan akan terus menganggap kehadiran Rania hanya sekadar mimpi. Rania sungguh nyata. "Kenapa?" Rania yang menyadari tengah diperhatikan oleh Rehan, sontak bertanya keheranan. Pasalnya Rehan memandanginya sampai tak berkedip, dengan ekspresi yang sulit diartikan. "Belepotan ya?" Rania refleks mengusap-usap area bibir dan pipi, takut jika yang menjadi pusat perhatian ternyata mulut atau pi

