Satu kata untuk Rafael. Sabar. Sudah setengah jam berlalu, Rafael masih bertahan dalam bisu dan tetap fokus mengendarai mobil Pajero sport miliknya di tengah jalanan ibu kota yang masih ramai ketika waktu menunjukkan pukul delapan malam. Ia sama sekali tak terusik ataupun merasa terganggu oleh kebisingan suara Laura yang duduk di sampingnya, bahkan wanita itu tanpa segan juga melayangkan pukulan maupun cakaran kepadanya bertubi-tubi. Tapi dengan satu tangan kiri yang terbebas dari stir, Rafael sigap menangkis. "YAAA!!!" "RAFAEL!!!" "APA KAU GILA?" "APA YANG KAU LAKUKAN?" "KE MANA KAU AKAN MEMBAWAKU?" "TURUNKAN AKU, BERENGSEK!!!" Napas Laura mulai terengah-engah, tapi tak ada tanda-tanda ia akan berhenti mengamuk. Sudah ratusan kata protes dan makian yang ia lontarkan terhadap Rafae

