BAB 16

1158 Kata

Aristico muncul tepat saat Monic menaruh sendok terakhir di piring, seolah menunggu momen itu dengan presisi yang mencurigakan. Kehadirannya membuat Monic menahan napas, antara kaget dan was-was. Ada rasa curiga yang tak bisa ia abaikan—apakah Gerald benar-benar memasang penyadap, atau ini hanya kebetulan yang terlalu rapi? Meski begitu, kepuasan sederhana dari makan malam yang memanjakan lidahnya tetap menyelip di sela kegelisahan. Demi tuntutan etika, Monic menyingkirkan keheranannya dan mengetik pesan singkat untuk bosnya. “Terima kasih atas makan malamnya,” tulisnya dengan nada formal. Tak lama, balasan Gerald masuk, singkat, padat, tanpa emosi. Anytime. Hati-hati pulangnya. Jawaban itu justru menambah misteri, membuat Monic semakin penasaran apa sebenarnya yang sedang dimainkan ol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN