BAB 9

1745 Kata

“Ada cewek baru di front liner. Katanya ngincer bapak kita.” Monic yang sedang menikmati gorengan paginya hanya mendengarkan sambil lalu obrolan Desi dan Kinan yang duduk bersamanya. Hari ini bukan jadwalnya untuk mengisi poli umum di pagi hari, karena itu sejak jam setengah tujuh tadi dia sudah duduk manis di pantry untuk menikmati sarapan sereal dan s**u oat-nya. “Cantik banget lagi. Kayak Amanda Manopo, deh.” “Cantikan tunangannya Pak Gerald nggak, sih? Kelihatan smart gitu.” “Emang mereka masih tunangan?” “Emang nggak?” Monic menyela, “lni tahu isi masih ada yang mau? Kalau nggak, mau aku sikat. Lapar berat!” Desi menyodorkan bungkus gorengan dengan nggak sabar. “Habisin semua, Nic.” “Ih, yang itu nggak mau! Kan isinya ada kepiting sama udang. Bisa rusak kulit aku karena gatal-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN