BAB 44

1460 Kata

“Neng, itu kucingmu bawa kadal ke rumah.” Monic yang masih berbaring di bawah selimut hanya menyahut, “Biarin aja.” “Kok biarin aja gimana? Nanti kalau ditinggal terus jadi bangkai gimana? Kan bikin bau, Neng.” “Buang aja kucingnya.” “Maksudnya, Neng?” “Biarin aja, Pa, nanti aku beresin,” jawab Monic tanpa beranjak sesenti pun dari tempatnya. Nggak ada lagi tanggapan dari Papa. Namun, beberapa menit kemudian, seseorang kembali masuk ke kamarnya. “Mau pizza nggak? Gue mau delivery nih.” Itu suara Bang Michael. “Terserah,” jawab Monic, lagi-lagi hanya pendek. “Kalau McD?” “Terserah.” “Lo pengin makan apa? Gue masakin garang asem mau?” “Terserah.” “Tumis kecoa sama cacing pedas mau?” “Terserah.” “Sinting!” gerutu Bang Michael. Namun, pria itu nggak bertanya lagi. Mungkin sadar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN