Apa yang lebih mengkhawatirkan daripada menyapa dan bersikap akrab pada seseorang yang ternyata nggak ingat siapa kita? Ada momen-momen di mana Monic memilih menghindar ketika nggak sengaja bertemu seseorang yang dia kenal—alih-alih menyapanya. Bukannya sombong, Monic hanya nggak yakin orang itu mengingatnya. Daripada malu, lebih baik dia pura-pura nggak lihat saja. Namun, hari ini dia menyadari bahwa bersikap bagai orang asing kepada orang lain yang ternyata mengingatnya dengan baik ternyata nggak kalah memalukan. "Kamu nggak ingat? Saya di DPM waktu itu," ungkap Gerald. Lebih tepatnya, ketua DPM. Tentu saja Monic ingat. Dia hanya terkejut, karena berarti selama ini Gerald mengingatnya? Berarti Gerald mengenali Monic sebagai juniornya sejak awal?! "Umm …" Monic memutar helai rambutnya

