46. Usaha Lain

1956 Kata

"Setia tak perlu berjuta kata, ia menua dalam angka. Setia juga tidak perlu ribuan janji-janji, ia akan kekal dalam ikatan suci. Setia itu bagai angin, tidak berwujud tapi terasa jelas sampai ke relung hati." ----- "Abi, bagaimana ini?" tanya Fatima kepada Khalid suaminya saat mereka tengah sarapan pagi ini. Khalid menghentikan kegiatan menyendok oatmeal di mangkuknya. Memalingkan wajah lalu menatap Fatima dengan raut bingung. "Bagaimana apanya, Umi?" "Itu, si Rachel, bagaimana? Umi khawatir dia ganggu rumah tangga Azzam dan Alissa." Khalid mengangguk paham. Ternyata ini yang membuat perasaan istrinya gundah gulana. Fatima memang tipikal wanita yang suka berlebihan dalam mencemaskan sesuatu. Teringat beberapa bulan lalu, saat ia stress memikirkan Azzam yang batal menikah. Fatima anfa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN