47. Marah atau Kecewa?

1510 Kata

"Jujur saja, yang terpahit dari sebuah hubungan bukanlah soal pengkhianatan. Namun, menampilkan raut bahagia meskipun hati tengah dirundung pilu." ---- Alissa baru saja menyelesaikan praktiknya sore ini. Melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul lima sore. Cepat-cepat ia bergegas keluar ruangan karena takut Azzam sudah menunggunya di lobby rumah sakit. Ketika baru saja sampai di lobby, tanpa sengaja Alissa berpapasan dengan Ashraf. Seperti biasa, pria itu langsung menegurnya. "Udah selesai praktiknya?" Alissa mengangguk. Tapi matanya sibuk menelisik ke seluruh penjuru seperti mencari keberadaan seseorang. "Iya, baru aja selesai. Ini lagi cari Azdam. Aku takut dia nunggu lama." Ashraf akhirnya paham kemudian menyahut. "Emang Azzam nggak cerita?" "C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN