"Kita berbeda tapi selalu ingin sama. Kita bersama, tapi enggan menerima. Kita hanyalah sebuah kata yang tak akan pernah menjadi nyata." ----- "Ash, ini ada apalagi, sih?" Alissa menatap penuh tanya. Ada rasa kesal dalam dirinya. Berharap hari ini ia bisa menikmati waktu libur, nyatanya masalah malah datang menghampiri. Beberapa waktu yang lalu Azzam menerima telpon dari Ashraf. Pria itu mengabarkan kalau Rachel dengan sengaja menyayat urat nadinya dengan pisau buah hingga mengalami pendarahan yang cukup serius. Jelas saja Azzam terkejut. Ia tidak pernah berpikir kalau Rachel bisa bertindak senekat itu. "Aku juga kurang paham, Cha. Hari ini aku memang ada jadwal operasi. Saat selesai dan hendak bersiap pulang, perawatku mengabarkan pasien ruang sakura ada yang mencoba bunuh diri dan

