49. Rencana Apalagi

1838 Kata

"Suatu hari, jika aku dan kamu tidak di takdirkan menjadi kita, cukup tinggalkan aku tanpa memberi luka. Sebab yang ku inginkan hanyalah perpisahan tanpa duka." ---- Azzam memasuki kamar tidurnya dengan mengendap-endap. Sadar hari sudah larut malam, ia tidak ingin mengagetkan istrinya yang sudah lebih dulu tertidur di ranjang. Dengan cekatan, Azzam membersihkan dirinya terlebih dahulu. Melaksanakan sholat isya kemudian menyusuli Alissa yang berada didalam selimut. Azzam menarik pelan tubuh Alissa ke dalam pelukannya. Mengulurkan tangan lalu mengusap wajah cantik wanita itu. Berulang kali ia membelai pipi dan rambut yang justru membuat Alissa terlihat semakin nyaman dalam tidurnya. Wajah wanita itu sedikit pucat, tidak merona seperti biasanya. Karena pada dasarnya Azzam pun tahu, selama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN