BAB 56

2211 Kata

Satu bulan telah berlalu sejak tangisan pertama yang mengubah sunyinya rumah mereka. Sore itu, Kaira baru saja berhasil menidurkan putri kecilnya, Endah, ke dalam boks bayi yang terletak di sudut kamar tidur utama. Tubuh mungil itu akhirnya tenang setelah terjaga dan menangis selama satu jam penuh tanpa henti akibat kolik ringan. Kaira mengembuskan napas lega, namun sedetik kemudian langkah kaki yang familier terdengar mendekat dari arah pintu luar. Azlan berjalan masuk dengan kemeja kantor yang sudah sedikit kusut dan dasi yang longgar. Pria itu langsung mengarahkan langkahnya menuju boks bayi, berniat mengintip wajah putrinya. “Mas, jangan ganggu Endah. Princess kecil kita ini baru saja bisa tidur setelah terjaga selama satu jam,” omel Kaira dengan suara berbisik yang tertahan. Ia sege

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN