BAB 55

2314 Kata

“Sayang, kamu mau ke mana?” Pertanyaan Azlan seketika memecah kesunyian kamar tidur utama mereka. Pria itu langsung bangkit berdiri dari kursi kerja di sudut ruangan dan melangkah lebar, memotong jalur istrinya yang sedang berusaha menyelinap keluar melewati pintu kamar yang sedikit terbuka. Kaira menghentikan langkahnya, mengembuskan napas panjang dengan raut wajah pasrah. Tangannya perlahan bergerak naik, mengusap permukaan perut besarnya yang kini sudah memasuki usia sembilan bulan kehamilan. Bentuk tubuhnya sudah sangat padat, membuatnya kesulitan untuk sekadar berjalan cepat. “Mas, aku cuma mau ke dapur bawah,” ucap Kaira pelan, mencoba memberikan alasan yang terdengar biasa saja. Azlan menyipitkan mata, menatap istrinya dengan pandangan menyelidik yang tajam. “Kenapa tidak izin d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN