BAB 9

1545 Kata

Pagi di Paris terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Kaira duduk di sudut restoran hotel yang tenang, menatap sepiring sarapan yang baru disentuhnya sedikit. Aroma kopi dan roti panggang yang biasanya menggugah selera, kini terasa hambar. Ia mengaduk bubur gandumnya perlahan, membiarkan sendok peraknya berdenting pelan menghantam pinggiran mangkuk porselen. Di hadapannya, Abi duduk dengan ekspresi yang sulit dibaca. Sebagai asisten sekaligus orang kepercayaan Azlan, Abi tahu persis apa yang terjadi di kamar penthouse itu semalam. Dan ia juga tahu bahwa saat fajar menyingsing, Azlan telah melesat menuju bandara, meninggalkan istri keduanya tanpa sepatah kata pamit yang layak. “Makanlah sedikit, Kaira. Kamu butuh tenaga,” ucap Abi memecah kesunyian. Suaranya rendah, mengandung nada simpat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN