Tiga hari telah berlalu sejak kepulangan mendadak dari Paris, dan selama itu pula Azlan seolah terkunci di dalam dimensi yang sempit bernama ruang VIP rumah sakit. Ia tidak menyentuh pekerjaan, tidak pula menginjakkan kaki di kantor. Namun, ada satu hal yang mengusik nalar bisnisnya, tidak ada satu pun telepon masuk dari kakeknya, ayahnya, atau bahkan jajaran direksi Alzahir Group yang biasanya akan mencarinya jika ia menghilang lebih dari dua puluh empat jam. Keluarga besarnya seolah membiarkan Azlan hanyut dalam drama kecelakaan Khalisa. Mereka abai, seolah keberadaan Azlan di kantor tidak lagi menjadi prioritas. Padahal, sebelumnya, kakeknya akan menjadi orang pertama yang mengamuk jika ia menelantarkan tanggung jawab demi urusan pribadi. ‘Kenapa mereka sepihak seolah membuangku ke si

