BAB 37

1286 Kata

Kaira tidak bisa duduk tenang di dalam kamar. Sejak Safira pulang dengan wajah yang memendam kemarahan, instingnya mengatakan ada sesuatu yang besar tengah terjadi. Ia segera melangkah keluar, mencegat ibu mertuanya itu di dekat tangga. “Mama dari mana? Kenapa wajah Mama terlihat sangat kesal?” tanya Kaira cepat, suaranya mengandung kecemasan yang nyata. Langkah Safira terhenti. Ia menatap menantu kesayangannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu berusaha menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Ia mencoba tersenyum, meski hasilnya tampak getir. “Mama baru saja bertemu teman lama dan ada sedikit masalah tadi,” ucap Safira pelan. “Masuklah ke kamarmu, Kaira. Kamu butuh istirahat untuk kandunganmu.” “Tapi, Mah—” “Mama benar-benar lelah, Sayang. Mama ingin ke kamar sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN