BAB 36

1482 Kata

Suasana di restoran privat itu mendadak beku. Safira menatap putranya dengan kilat kemarahan yang tertahan, sementara Azlan hanya duduk mematung, seolah sedang menonton sebuah drama yang sangat buruk. “Hamil?” Safira mengulang kata itu dengan nada tidak percaya, matanya menyipit tajam ke arah Khalisa. “Betul, Jeng. Kami juga baru mengetahuinya hari ini,” Samira menyahut dengan senyum lebar yang dipaksakan. “Akhirnya, setelah penantian panjang selama lima tahun, Khalisa hamil juga. Dan luar biasanya, anak ini datang di waktu yang sangat tepat. Sepertinya bayi ini tidak ingin melihat orang tuanya berpisah.” Safira mendengus sinis. Matanya yang tajam beralih ke perut Khalisa yang masih sangat rata. Lima tahun mereka menunggu tanpa hasil, dan mendadak keajaiban itu datang tepat saat berkas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN