Bab 32. Cerita Masa Lalu

1021 Kata

Donna terkesiap. “P … Pram? Mak … maksud kamu? Kamu dan Wening … di … dia hamil?” gugupnya bertanya. Dia langsung mundur beberapa langkah dari posisi Pram. Jantungnya berdegup sangat kencang, sulit menerima ucapan Pram. Pram mencebik. “Entahlah, mungkin saja,” ujarnya dengan sikap tenang, tapi tetap was-was dengan reaksi Donna selanjutnya. Dia sangat mengenal Donna yang sangat reaktif jika dihadapkan dengan keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya. Juga, dia berpikir bahwa Wening yang bisa saja hamil setelah beberapa kali berhubungan intim, dan Wening yang ternyata memang belum tersentuh. Tangan Donna melayang ke udara hendak menampar Pram, tapi dengan tangkas Pram menahannya, menatap tajam wajah Donna. “Selama ini aku turuti kemauanmu, Donna. Semua telah aku berikan, tapi kamu ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN