Kata-kata Brenda cukup mengguggah, dan Pram yang akhirnya yakin dengan apa yang sebenarnya sudah dia rencanakan setelah pertengkarannya dengan Donna. Dia yang tetap akan menceraikan Donna, tidak peduli dengan ancamannya. Bertemu Brenda kali ini, Pramudya hanya ingin mencurahkan perasaannya, dan yakin Brenda yang mau mendengar dan mendukung, juga semakin memperkuat rencananya. Pram bersiap-siap pulang. “Bagaimana dengan Miranda, Pram?” tanya Brenda, juga ikut berdiri. “Dia jadi pendiam, kembali seperti dulu, selalu telat ke sekolah.” “Oh, kasihannya.” Brenda mendekati Pram dan mencoba merayu dengan mendekatkan dadanya ke Pram. “Aku seperti dejavu, Pram,” ujarnya dengan mata menggoda. Pram menatap sayu Brenda. “Dejavu apa?” tanyanya ingin tahu. Brenda menunjuk d**a Pram dengan telunj

