“Dengarkan aku, Donna. Ini demi kebaikan dan ketenangan hidupmu. Miranda akan tertekan jika di bawah asuhanmu, masih ingat dia yang berteriak dan menangis sepanjang hari saat di rumah orangtuamu di Bandung? Dia yang ingin pulang ke Jakarta, lalu jatuh sakit. Lebih baik kamu serahkan saja Miranda ke Pram dan dia akan terawat, kamu masih bisa bertemu dengannya dan Miranda pasti selalu mengenangmu.” Donna menggeleng. “Lalu Pram menikah dengan Wening dan mereka hidup bahagia?” “Ya, memang begitulah seharusnya.” Donna mengumpat. “Kamu melawan atau tidak, kamu tetap bercerai dan Pram yang pasti akan mengejar Wening karena dia mencintai perempuan itu. Tinggal bagaimana kamu menyikapi perceraian ini, kamu melawan artinya tidak akan mendapatkan apa-apa, atau diam menurut artinya kamu masih pere

