Bab 12. Pram yang Tenang

1005 Kata

Wening tidak berbalik, matanya terpejam menikmati pelukan tangan Pram dan kecupan bibir Pram yang lembut di tengkuk lehernya. Baru kali ini dia merasakan kehangatan disentuh seorang pria yang sebenarnya. Sesekali dia mendesah, membuat Pram lebih berani menjamah salah satu buah dadanya dan meremasnya dengan lembut. Barulah Wening berbalik, membiarkan Pram memburu bibirnya dan melumatnya penuh. Pram mengeratkan pelukannya sambil tetap melumat lembut bibir Wening. Hingga dia berhenti, seolah tersadar akan sesuatu. "Kamu pasti capek, Ning," desahnya pelan, menatap hangat wajah Wening. Wening mengangguk lemah, tapi dia membalas pelukan Pram seolah tidak ingin melepaskan. Pram lalu mengajak Wening rebah di atas tempat tidur yang sangat nyaman. "Pak," desah Wening pelan, perasaannya sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN