Wening tertunduk, dadanya terasa sangat sesak. Dia beranjak dari rebahnya, lalu memburu ibunya yang duduk. “Ampuni aku, Buuu. Aku minta ampun, Bu.” Bondan lalu meraih bahu Wening, menyuruhnya tenang dan kembali rebah di kasur. Wening masih menangis dan meminta maaf, dan Welas yang memegang dadanya, dia yang tampak sangat kecewa. “Maafkan aku, Bu. Aku nggak bisa jaga diriku,” ucap Wening lirih, dan dia sudah rebah dengan kedua kaki selonjor. “Aku akan pergi, Bu,” ujarnya lagi, mengingat kembali pesan dan harapan ibunya sebelum melepas kepergiannya. “Wening, sudah. Tenangkan diri kamu,” ujar Bondan, dia ingin sekali Wening langsung berterusterang. Sempat terlintas di benaknya bahwa Wening yang dihamili Kresna, karena dia tahu Kresna licik dan bisa saja memaksa Wening. Dia sangat berhar

