Bab 46. Kerinduan

1086 Kata

Pram dan Wening seolah tidak sanggup menahan hasrat yang menggebu dan kerinduan yang cukup dalam. Kini mereka berdua berpindah di kamar Pram, dan berciuman lagi. Pram tampak tidak sabar, melepas seluruh pakaian Wening dan pakaiannya, dan mereka yang polos telanjang. “Oh, nggak seharusnya begini, Mas,” keluh Wening, ada banyak hal yang melintas di benaknya saat Pram sudah berada di atas tubuhnya yang pasrah mengangkang di atas tempat tidur yang mewah dan nyaman. “Aku akan jadi suamimu, Wening. Aku papinya,” ujar Pram, menepuk-nepuk lembut perut Wening. Wening hanya bisa pasrah, membiarkan Pram menindihnya. Kepalanya menoleh ke samping, tidak ingin melihat Pram. “Wening, hei … Sayang,” panggil Pram. Wening menangis, dia tidak mengerti dengan perasaannya. Pram tersenyum hangat, menge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN