Wening senang Pram yang tetap bersikap tenang, dan dia pun jadi lebih lega saat memulai. Kembali menyesap cokelat panasnya dan berdecak nikmat, “Baru saja aku pulang, Kresna datang ke rumah.” Dahi Pram mengernyit, tidak pernah mendengar nama Kresna. “Kresna itu saudara sepupu Bondan.” “Oh.” “Dia menyukaiku sejak lama, bahkan sebelum aku memutuskan pacaran dengan Bondan. Aku menolak karena aku memang tidak punya hati. Dia datang malam itu dan mencoba lagi, dan aku menolak lagi meskipun dia mengaku sudah ingin melamarku melalui bapak.” “Dia dekat dengan bapakmu?” “Ya. Dia satu-satunya anggota keluarga mantan suamiku yang membelaku, bahwa aku bukan perempuan yang memperjualbeli tubuhnya untuk p****************g seperti yang mereka tuduhkan.” “Oh.” Pram manggut-manggut, kagum dengan Kr

