Bab 44. Penasaran Pram

1105 Kata

Untungnya seorang perawat kebetulan melewati ruang inap Miranda, dan Wening pun mendapatkan pertolongan dengan cepat. Dia langsung dibawa menuju ruangan dan mendapatkan perawatan. Namun, Pram disarankan untuk menunggu di luar ruangan selama Wening mendapatkan pemeriksaan intensif, karena tidak sadarkan diri. Pram menghela napas panjang, menenangkan dirinya yang sedang menghadapi situasi rumit, Miranda yang baru saja melewati masa-masa kritisnya, kini Wening pula yang ikut pingsan. Tak lama Pram menunggu, pintu ruangan dibuka, seorang berpakaian perawat langsung bertanya kepadanya, “Apa Bapak suami mbak yang baru pingsan?” Pram tanpa ragu mengangguk, “Ya.” “Oh, kemungkinan hamil muda, Pak. Kami sedang menunggu hasil urine. Maaf kami langsung mengambil tindakan tanpa persetujuan Bapak.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN